Pesona Kawah IJEN

Blue fire atau kobaran api biru Kawah Ijen Banyuwangi, Jawa Timur merupakan fenomena langka yang hanya ada dua di dunia. Selain hanya ada di Kawah Ijen Banyuwangi, fenomena api biru ini terdapat di Islandia. Fenomena langka blue fire ini tentu saja hanya bisa dilihat saat malam. Ini adalah fenomena alam api berwarna biru yang terjadi karena keluarnya gas vulkanik yang mengandung belerang panas bersuhu 660 derajat celcius yang terbakar saat bersentuhan dengan udara.
Para pendaki pasti akan rela untuk mendaki disaat dini hari. Biasanya para pendaki memulai pendakian menuju Kawah Ijen sejak pukul 01.00 WIB pagi. Saat weekend, kunjungan para pendaki ke Kawah Ijen meningkat sekitar 3.500 hingga 4.000 orang seperti dilansir Liputan6.com.

Yang menjadikan salah satu daya tarik lain di Kawah Ijen adalah aktivitas para petambang yang memikul puluhan kilogram belerang, dengan berat beban antara 70 – 100 kilogram per orang. Usaha keras mereka begitu banyak disorot oleh media di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan kondisi yang berbahaya mereka tetap mengais nafkah meskipun mereka harus bertaruh nyawa menghirup udara yang beracun dari Kawah Ijen. Belerang inilah yang ditambang dengan cara menyalurkan gas vulkanik melalui pipa berbahan besi cor, agar suhunya turun menjadi 110 derajat celcius dan berubah menjadi belerang cair. Setelah belerang cair ini dingin, akan berubah wujud menjadi belerang padat yang siap ditambang dengan cara dipecah-pecah menggunakan linggis.
Setiap hari rata-rata ada sekitar 300-400 orang penambang belerang yang beraktifitas hilir mudik dari puncak (bibir kawah) ke dasar kawah untuk menambang belerang. Kemudian mereka berjalan kaki naik lagi ke bibir kawah sambil memikul belerang, hal ini bisa dilakukan 2 – 3 kali dalam sehari oleh setiap orang penambang.

Wisata kawah Ijen Banyuwangi merupakan salah satu wisata Banyuwangi terpopuler di kalangan pencinta traveling. Kawah Ijen atau gunung Ijen Banyuwangi terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dengan ketinggian puncak Gunung Ijen 2.443 meter di atas permukaan laut. Kawah berupa danau asam berwarna hijau kebiruan dengan diameter sekitar 700 meter, luasan mencapai 5.466 hektar, kedalaman danau sekitar 200 meter. Volume danau kawah Ijen mencapai 36 juta meter kubik, dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter, dan tingkat derajat keasaman (pH) air danau mendekati nol, yang mampu melarutkan baju, bahkan kulit dan tubuh manusia dalam waktu sekejap.
Dari puncak Ijen, selain terlihat panorama danau asam kawah Ijen, pemandangan cantik kompleks pegunungan Ijen bisa kita nikmati pula. Di sebelah timur terlihat puncak gunung Merapi, juga di sekitarnya terdapat gunung Suket, gunung Rante, gunung Raung, dan bentang alam lainnya yang megah mengesankan.

Fenomena blue fire Ijen ini hanya dapat dilihat pada malam hari. Biasanya wisatawan yang berniat melihat fenomena api biru kawah Ijen ini harus start memulai pendakian sekitar jam satu atau maksimal jam dua dini hari dari area parkir kendaraan di Paltuding, agar dapat tiba di kawah Ijen sebelum matahari terbit. Pendakian dari Paltuding ke puncak (bibir kawah) Ijen berjarak 3 km, memakan waktu sekitar 1,5 jam sampai 2 jam perjalanan. Dari puncak turun ke kawah berjarak sekitar 1 km, membutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan.